Musikindo - Indonesian Music Sites | Simple, cute, dynamic and colorful design
 
Tren Side Project Band-Band Ternama Indonesia
19 May 2007

Mulai Sekadar Refreshing hingga Serius Rekaman
Jadi pemusik itu bebas berkarya, namun belum tentu bebas masalah. Dari gosip, hingga macetnya kreativitas. Ketika band tempat bergabung tidak kondusif menyalurkan ide, berbagai jalan pun ditempuh. Dari resign dan bikin band baru, hingga alternatif yang tetap menjamin ketebalan kantong: bikin side project bareng beberapa musisi lain.

Mungkin, The Rock jadi band yang paling banyak dibicarakan. Pasalnya, "otak" band ini adalah sang maestro, Ahmad Dhani. Kali ini, ia berposisi vokalis, sedangkan pemain lainnya adalah Clancy (gitar), Mike (drum), dan Zac (bass). Ketiganya merupakan personel Hospital the Musical, band grindcore asal Sidney, Australia.

Dhani tidak main-main mengelola band yang dibentuknya awal 2007 ini. Bahkan, satu album sudah ia siapkan untuk diluncurkan akhir Mei. "Sudah sampai tahap mixing," ujarnya pada Muzik. Selain di Indonesia, album ini juga akan edar di Australia.

Yang juga bersiap mengeluarkan album adalah Devildice. Ini adalah proyek sampingan drummer Superman is Dead (SID). Kali ini, ia menjajal posisi gitaris. Band ini di-arrange untuk menampung ide-ide Jerinx yang tidak muat di SID. Aliran musiknya sendiri juga berbeda dengan SID. "Di Devildice, ada sedikit sound hip-hop. Ada bunyi-bunyian terompet juga," ujar Jerinx.

Jerinx mengaku serius dengan band ini. Akhir tahun ini, mereka akan merilis album baru. Judulnya adalah The Kiss of St. Villain dengan 15 lagu yang dipastikan tercantum di tracklist.

Bagi musisi, proyek sampingan tidak selalu diseriusi. Ada juga yang tetap setia menggantungkan isi kantong dari band utama mereka. Ini terjadi pada Royal Ego. Band ini bentukan Eno "Netral" (drum), Ernest "Cokelat" (gitar), dan Gilbert "Saint Loco" (bass). Mereka juga mengajak Jawa sebagai vokalis.

Namun, mereka tidak mematok target rilis album. "Seluruh personel sama-sama sibuk dengan band masing-masing, jadi jarang berkumpul," kata Gilbert. Maka, jadilah Roya Ego sekadar alat refreshing menghilangkan kepenatan di band masing-masing.

Hal yang sama terjadi pada Stevi Item, gitaris Andra and the Backbones. Merasa terpanggil jiwa metalcore, Stevi pun menggandeng Babal (Alexander/ vocal), Bonny (Tengkorak/ bass), Prisa (Zala/ gitar) dan Andyan (Siksa Kubur/ drum) untuk membentuk Dead Squad sebagai sideproject.

"Awalnya, kita cuma berniat membuat cover version band-band metal, seperti Anthrax, Sepultura dan Panthera. Lama-lama, terpancing juga membuat lagu," kata Stevi. Kini, single Horror Vision milik mereka bisa di-download di internet.

Gagasan membuat album memang sempat ada. Namun, lagi-lagi kesibukan tiap personil membuat mereka harus menunda. Apalagi Stevi juga masih sibuk dengan tur promo Andra and the Backbones ke daerah-daerah.

Fenomena sideproject personel band besar bisa jadi menimbulkan was-was para penggemarnya. Peluang hengkangnya personel dari band, atau bahkan bubarnya grup sangat besar. Seperti kasus Wes Borland. Setelah ber-side project dengan Big Dumb Face, ia malah keluar dari Limp Bizkit.

Namun, kasus sideproject yang berjalan "aman" juga ada. Tengok saja Damon Albarn. Meski sukses dengan Gorillaz, kemudian membentuk The Good The Bad and The Queen, karirnya di Blur tetap jalan. Bahkan, bulan ini mereka bersiap masuk studio lagi.

[Print]

Send news

Your email Your friend's email

:: New Comment ::
Name:
Email: (optional)

smile:

smile wink wassat tongue laughing happy sad angry dry crying
love hah ninja blink question 

| Forget Me

Theme


Google
 
Web MusikIndo.com